|
Immunocal dan Penyakit
Penjelasan Klinis Tentang Immunocal
►
Immunocal dan HIV/AIDS
►
Immunocal dan Kanker
►
Immunocal dan Diabetes
►
Immunocal dan Hepatitis C
►
Immunocal dan Kesuburan
►
Immunocal VS Pil / Suntik Glutathione
►
Immunocal VS Colostrum
UJI KLINIS IMMUNOCAL
UNTUK HIV/AIDS
Canadian Trial Network
meneliti efek Immunocal pada 14 anak penderita AIDS dan wasting syndrome
[penyakit AIDS yang lanjut disertai gejala penurunan berat badan]. Hasilnya
menunjukkan adanya kenaikan berat badan bagi anak penderita AIDS sampai 18% dari
berat badan semula. Hasil lain, Efek dari Immunocal pada penderita HIV selama 3
bulan menunjukkan peningkatan berat badan mereka antara 2-7 kg.
Penelitian lain melaporkan dua
kasus seorang ibu dan anak yang terkena HIV diberikan Immunocal [20g/2 sachet
per hari] selama 7 bulan, menunjukkan hasil adanya penurunan terhadap
Viral Load dari 140.000 copies m/l menjadi 5.000, DNA Bload
Lymphocyte meningkat dari 2.5 k/c mm menjadi 3.33, Neutrophils
dari 1.6 menjadi 3.65 dan CD4 dari 1.025 jadi 1.450.
Pada kasus satu keluarga ketika
seorang ayah [46 th] pada April 1995 terdiagnosa positif HIV-1 yang tertular
dari hubungan heterosex, setelah diberikan Immunocal 25 g perhari, 2 minggu
kemudian pasien tsb merasa lebih baik dan dapat bekerja lagi seperti biasa.
Begitu juga istrinya [35 th] yang positif HIV-1, telah minum obat AZT selama
sebulan tapi malah muntah dan sakit kepala. Setelah minum Immunocal 20 g per
hari, kekuatan dan energinya bertambah. Anaknya [2 th juga positif HIV-1, dengan
Immunocal 10g per hari, ditemukan perbaikan dan peningkatan energi si anak. Tes
darah menunjukkan peningkatan Viral Load, Lymphocyte
[sel darah putih] dan CD4 Lymphocyte.
Keandalan Immunocal melawan
HIV ini diakui dunia, dengan bukti :
- Hak patent dari United States Patent
mengenai AIDS dalam Method of Treatment of HIV-Seropositive
Individuals with Dietary Whey Protein pada tanggal 9 Oktober 1995
dengan nomor 5.456.924.
- Hak patent dalam Undenatured Whey
Protein Concentrate to Improve Active Systemic Humoral Immune Respone
dengan nomor 5.230.902 pada tanggal 27 Juli1993.
- Hak patent dari Australia nomor 8812-93 :
Method of Treatment of HIV-seropositive Individuals with Dietary
Whey Protein.
- Diuji klinis lembaga ternama dunia dan
diterbitkan majalah ilmiah kedokteran dan biologi internasional, antara lain
: Lancet, Anti Cancer Research,
British Medical Journal, dan European Jornal of Clinical
Pharmacology.
Anda kini
telah bertemu dengan produk kesehatan yang terbukti luar biasa!
IMMUNOCAL DAN KANKER
Dapatkah disembuhkan ?
KASUS :
Louisa (54 tahun) menderita sakit di bagian perutnya. Setelah dilakukan
pemeriksaan lebih lanjut, ternyata ia menderita kanker kandung telur. Sambil
menanti jadwal operasinya, ia jatuh sakit, batuk yang berkepanjangan dan
kelemahan fisik yang amat sangat. Ternyata kankernya telah menyebar ke
paru-parunya. Ia memutuskan untuk tidak menjalani operasi untuk mengobati
paru-parunya. Setelah diberitahu oleh temannya, ia mengkonsumsi Immunocal dan
multivitamin setiap harinya. Ternyata setelah beberapa minggu, ia merasakan
perubahan yang sangat besar, 4 bulan kemudian, setelah dirontsen, didapati bahwa
tumor paru-parunya tidak membesar. 9 bulan kemudian pemeriksaan radiograf
menunjukkan adanya pengecilan ukuran tumor. Sekarang Louisa dapat melanjutkan
hidupnya dengan bahagia.
PEMBAHASAN :
Glutathione membuat sel normal maupun sel kanker menjadi lebih kuat atau lebih
rentan terhadap kerusakan. Idealnya, kadar Glutathione tinggi didalam sel normal
dan rendah didalam sel kanker, tetapi kenyataannya kadar Glutathione sangat
tinggi di dalam sel kanker. Tingginya kadar Glutathione dalam sel kanker atau
tumor menyebabkan sel tersebut terus membesar secara tak terkontrol dan kebal
terhadap kemoterapi. Oleh sebab itu, kadar Glutathione di dalam sel kanker harus
dikurangi.
Glutathione yang ditambahkan dari luar tidak berguna, karena akan rusak oleh
sistem pencernaan kita. Yang harus ditambahkan dari luar adalah Precursor
(biang) Glutathione (Immunocal). Precursor Glutathione akan diubah oleh sel
menjadi Glutathione. Immunocal mengandung Precursor (biang) Glutathione.
Bila Precursor Glutathione ditambahkan dari luar melebihi batas, maka sel kanker
itu akan menghentikan produksi Glutathione-nya, bahkan Glutathione-nya akan
dibuah keluar sel kanker tersebut. Mengapa demikian ? Hal ini disebabkan sel
kanker tidak mempunyai control atas dirinya. Proses ini disebut reaksi
negative feedback inhibition. Akibatnya, sel-sel kanker tersebut akan
kekurangan Glutathione dan rentan atau mudah dimatikan oleh kemoterapi.
Sementara itu sel-sel normal akan mengubah Precursor Glutathione menjadi
Glutathione, yang akan meningkatkan pertahanannya. Akhirnya penderita dapat
disembuhkan dari kanker. Hal ini ditemukan oleh tim A. Russo pada awal tahun
1986 dan telah dipublikasikan dalam Jurnal Cencer Research.
(sumber Immuno
News)
PENJELASAN dengan GAMBAR

(klik gambar untuk memperbesar)
Penjelasan 1
Glutathione (GSH) dan Peranannya pada Diabetes Mellitus
Glutathione
(GSH) didapatkan pertama kali pada tahun 1888 oleh ilmuwan De-Kay Pailhade.
Mulai tahun 1980, peneliti-peneliti tentang GSH memperhatikan jika sel-sel tubuh
kekurangan GSH, kemampuan daya detoksifikasi sel tersebut terhadap radikal bebas
akan menurun, sehingga akan mempermudah terjadinya penyakit-penyakit
degeneratif, seperti kanker, diabetes mellitus, stroke, dan lain sebagainya.
GSH adalah
suatu tripeptide yang terdiri dari tiga (3) Asam Amino, yaitu Gamma Glutamic
Acid, Cysteine dan Glycine. GSH secara alami sudah terdapat di dalam tubuh sejak
lahir, yaitu di dalam dan di luar sel tubuh dan di seluruh organ tubuh. GSH
disintesis di dalam sel dan memerlukan beberapa enzim spesifik dalam proses
pembentukannya. Cystine adalah molekul yang dianggap penting dalam pembentukan
GSH karena di dalamnya mengandung sulfur yang di dalam tubuh sering tidak
mencukupi sehingga proses pembentukan GSH dapat menurun.
Fungsi Glutathione
Adapun fungsi
GSH di dalam tubuh kita meliputi :
Meningkatkan kekebalan tubuh (Imunitas)
GSH berperan khusus dalam pembentukan limfosit, dimana diperlukan kadar GSH yg
optimal.
Sebagai Antioksidan
Disebut juga “Master Antioksidan”, karena dapat mengikat radikal bebas yang
berasal dari polusi udara, rokok, pestisida dan lain-lain. Juga GSH dapat
mempertahankan antioksidan lainnya didalam tubuh seperti vitamin C dan E dalam
bentuk aktif, sehingga dapat bekerja dengan optimal.
Sebagai Detoksifikasi
GSH dapat menetralisir zat-zat racun yang masuk kedalam tubuh, seperti dari
makanan, sisa metabolisme obat, dll.
Glutathione (GSH) Pada
Penyakit Diabetes Mellitus (DM)
Pada penderita
DM sering didapati kecenderungan mengalami stress oksidatif yang menyebabkan
pembentukan radikal bebas di dalam tubuh. Kadar gula darah yang tinggi di dalam
tubuh (hiperglikemia) akan meningkatkan jumlah radikal bebas yang terbentuk di
dalam tubuh. Glutathione akan mengurangi efek radikal bebas yang bisa menyerang
jaringan tubuh yang sehat.
Fungsi
Glutathione di dalam tubuh penderita Diabetes Melitus adalah meningkatkan system
imun sehingga kekebalan tubuh meningkat serta untuk mencegah terjadinya
komplikasi penyakit yang sering menyertai penderita Diabetes Melitus. Beberapa
penelitian telah dilakukan untuk melihat hubungan antara Glutathione dengan
Diabetes Mellitus, diantaranya :
- Penelitian Bravenboer, dkk
tahun 1991 pada tikus diabetes menunjukkan peningkatan kadar GSH dalam darah
mencegah terjadinya diabetic neuropati.
- Penelitian yang dilakukan
Yoshida, Thornalley, dkk tahun 1994 memperlihatkan rendahnya kadar GSH akan
menyebabkan peningkatan kerusakan sel endotel pembuluh darah, aggregasi
trombosit dan kejadian komplikasi diabetes.
- Penelitian Rabbani, dkk
tahun 1995 juga menunjukkan pada penderita diabetes mellitus kadar
glutathione peroxidase rendah.
- Jean Carper menyetakan
bahwa agar tubuh tetap sehat. Kadar glutathione di dalam tubuh harus
dipertahankan agar tetap optimal.
Sumber-sumber peningkatan
GSH :
Pemberian GSH
langsung kedalam tubuh tidak efektif oleh karena dalam perjalanannya akan
dirusak oleh asam lambung. Preparat injeksi GSH juga tidak efektif oleh karena
mempunyai waktu paruh yang sangat singkat didalam tubuh (hanya 2,5 menit)
Pembuatan
precursor (zat pembangun) GSH juga telah dikembangkan dalam berbagai bentuk.
Dalam bentuk obat-obatan telah ada obat NAC (N-Acetyl Cysteine), SAM (S-Adenosyl
Methionine), OTC (Ornithine Decarboxylase Procysteine) dan OTZ (Oxothiazolidine
Carboxylat). Obat-obatan ini mempunyai kendala dalam penggunaanya, yaitu
mempunyai efek samping (bersin, mual, diare, mulut kering, dll), cepat rusak
oleh penguraian asam lambung dan bila digunakan dalam jangka panjang akan
menimbulkan efek toksik.
Bentuk lain
precursor GSH yang telah tersedia adalah dalam bentuk produk alami yang dibuat
dari susu sapi segar yaitu Whey Protein Concentrate
(Immunocal).
Whey Protein Concentrate (Immunocal)
Immunocal
adalah suatu Isolate Protein Serum
Susu (Milk Serum Protein Isolate), yang membantu tubuh untuk mempertahankan
konsentrasi GSH di dalam tubuh. Immunocal kaya akan kandungan cystine (bukan
cysteine), aman, stabil, dan tidak mudah rusak oleh penguraian asam lambung,
serta dapat menembus dinding sel. Didalam sel cystine baru akan berubah menjadi
cysteine, yang kemudian bergabung dengan glutamate dan glysin menjadi
Glutathione.

Immunocal
terbuat dari bahan alami, berbeda dengan obat-obatan yang terbuat dari bahan
kimia, Immunocal dapat dikonsumsi secara lebih bebas karena tidak mempunyai efek
samping dan efek peningkatan dosis. Immunocal juga dapat digunakan pada
penderita penyakit Kanker, HIV/AIDS, Bronkitis, Asthma, Alergi, Hipertensi,
Stroke, Alzheimer, Penyakit Jantung Koroner, Parkinson, dan Katarak. (dr.Tannov,
dr Laurentia)
Penjelasan 2
IMMUNOCAL dan Diabetes Melitus
Pembahasan
1. Pengertian.
Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit yang
disebabkan oleh gangguan insulin, sehingga mempengaruhi metabolisme gula di
dalam tubuh. Ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula di dalam darah. Kadar
gula darah puasa > 140 mg/dl dan kadar gula darah 2 jam sesuah makan > 200 mg/dl
2. Gejala
Klinis
Keluhan yang paling sering dialami penderita adalah
kesemutan, cepat lelah, luka sulit sembuh, sering lapar, sering buang air kecil,
sering haus. Komplikasi pada diabetes pada dasarnya disebabkan oleh 2 hal.
Pertama, menurunnya kemampuan untuk melawan infeksi. Kedua, terjadinya kerusakan
pada pembuluh darah besar dan kecil. Keadaan inilah yang akan menimbulkan
berbagai masalah pada mata, otot, ginjal dan kandung kemih.
3. Proses
Terjadinya Diabetes
Diabetes disebabkan karena kerusakan sel-sel
pancreas sehingga produksi horman insulin menurun, jumlah dan kualitasnya.
Kerusakan sel pancreas sendiri diakibatkan oleh oksidasi radikal bebas yang
jumlahnya melimpah dan dipercepat peningkatannya, sedangkan jumlah antioksidan
tidak mencukupi untuk melawannya.
Kualitas insulin yang menurun berakibat gula
darah tidak dapat segera diubah menjadi glikogen di liver dan otot sehingga
kadar gula meningkat di dalam darah. Untuk mengatasi hal tersebut, sel-sel
pancreas meningkatkan produksi insulinnya namun dengan kualitas yang rendah.
Keadaan insulin yang berlebihan ini disebut HIPERINSULIN.
Kondisi ini akan menyebabkan kerusakan sel-sel
endotel pembuluh darah. Kerusakan endotel pembuluh darah akan mendorong
pembentukan gumpalan-gumpalan darah yang menempel pada dinding pembuluh darah.
Semakin lama, gumpalan ini akan semakin menebal, sehingga mengakibatkan pembuluh
darah menyempit dan kaku. Kondisi ini dapat mengakibatkan stroke dan kerusakan
syaraf.
Dari proses tersebut, disimpulkan bahwa untuk
mengatasi diabetes dibutuhkan insulin dengan kuantitas yang baik dan seimbang.
Selama ini penderita hanya mengkonsumsi obat-obatan yang bersifat memacu
pancreas untuk memproduksi insulin dari segi kuantitas saja. Dengan cara
tersebut gula darah dapat diturunkan tatapi penyempitan pembuluh darah semakin
lama semakin parah.
LIHAT GAMBAR
1.

(klik gambar untuk memperbesar)
Dan
ternyata, berdasarkan penelitian para ahli, terdapat hubungan yang erat antara
rendahnya kadar Glutathione dengan :
- Peningkatan pengendapan
gumpalan-gumpalan pencetus arterosklerosis.
- Tingginya kerusakan sel
penderita diabetes
- Timbulnya berbagai
komplikasi pada penderita diabetes.
- Ketidakteraturan sekresi
(pengeluaran) insulin dari penderita diabetes yang tak terkontrol.
Cara kerja
Immunocal (Precursor Glutathione) dalam membantu perbaikan diabetes.
- Immunocal mengikat
zat-zat racun pemacu kerja pancreas dan membuangnya bersama urine.
- Immunocal mensuplay
antioksidan dan mengefektifkan antioksidan lainnya untuk mencegah radikal
bebas yang dapat merusak sel-sel pancreas dan sel-sel organ lainnya.
- Immunocal sebagai
asam amino essensial berfungsi untuk :
- Mempercepat regenerasi
sel-sel pancreas sebagai pabrik dari hormone insulin.
- Membantu pembentukan
hormone insulin, sehingga kualitas dan kuantitas hormone insulin kembali
normal, dan tidak menimbulkan kerusakan lebih jauh akibat hiperinsulin.
- Mempercepat regenerasi
sel-sel organ lainnya yang rusak akibat hiperinsulin.
- Immunocal dapat
meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah dan melawan infeksi pada
penderita diabetes.
- Immunocal dapat
meningkatkan kadar Glutathione untuk mengurangi pengendapan platelet, yang
dapat mencegah arterosklerosis
- Immunocal juga
meningkatkan kadar Glutathione yang berakibat mencegah komplikasi :
- Arterosklerosis
(termasuk serangan jantung dan stroke akibat Diabetes)
- Nephropathy (kerusakan
ginjal)
- Retinopathy (kerusakan
retina)
- Neuripathy (kerusakan
system saraf)
(Sumber Immuno
News)
IMMUNOCAL DAN HEPATITIS C
-
Hepatitis C adalah penyakit
hati, disebabkan oleh virus HCV
-
Penularannya melalui darah
atau cairan tubuh
-
Tanda-tanda :
* Banyak yang tidak merasakan apa-apa, merasa sehat bertahun-tahun.
* Yang lain merasa cepat capek, sakit di persendian, tidak ada nafsu makan.
* Sebagian, mata dan kulit berwarna kekuningan.
-
20 dari 100 orang yang
menderita hepatitis akan menderita serosis, sebagian dari mereka akan menjadi
kanker hati.
-
Di Amerika :
* Kematian : 100.000 orang per tahun
* 4 juta orang menderita hepatitis C
* 80% menderita kronis, 20% serosis, 5% akan menjadi kanker hati
Fungsi dan peranan Immunocal untuk penderita Hepatitis C dapat
meningkatkan kadar Glutathione tubuh. Glutathione paling banyak terdapat pada
liver (7,3 MicroMol/gram). Ini karena fungsi hati sebagai tempat
detoksifikasi. Immunocal efektif dalam memperbaiki fungsi liver dan
menaikkan fungsi immune pada pasien Hepatitis.
IMMUNOCAL dan
KESUBURAN
|
 |
|
Para
ahli dari Univ Bristol menunjukkan adanya suatu enzim protein
pemicu reaksi yg melindungi sperma dari serangan molekul-molekul reaktif.
Enzim itu dikenal dg nama Glutathione Peroxidase 5 (GPX 5).
Rendahnya konsentrasi GPX5 bisa mengindikasikan ketidaksuburan |
IMMUNOCAL VS
PIL / SUNTIK GLUTATHIONE
Glutathione dibuat di dalam sel
(intraselluler) melalui cystein. Cystein bisa masuk ke dalam sel karena
molekulnya kecil. Barulah setelah didalam sel, cystein bergabung dengan
glutamate dan glycine membentuk
glutathione.
Pil / suntikan glutathion mempunyai molekul yg besar
sehingga tidak masuk kedalam sel. Glutathione ini hanya akan bertahan beberapa
jam saja didalam tubuh
IMMUNOCAL VS COLOSTRUM
Colostrum adalah susu pertama saat
sapi melahirkan. Colostrum tidak mengandung cystine. Colostrum mengandung
immunoglobulin dan sedikit
laktoferin. Colostrum sapi baik untuk anak sapi tetapi belum ada
penelitian bahwa colostrum sapi baik untuk anak manusia.
Immunocal adalah cystine yang merupakan precursor untuk membentuk
glutathion. Glutathion sudah terbukti meningkatkan immune system dalam tubuh
manusia
|