| 
KESAKSIAN ASIANA SEMBUH DARI
KANKER
"Tuhan Membuka Jalan Bagi
Saya"
Senyum menawan akhirnya mewarnai
Asiana. Sejak 1997 tubuhnya mulai digerogoti kanker dan selama itu ia telah
berusaha keras berobat ke luar negeri sampai-sampai harta benda miliknya telah
habis terjual. Ia hampir putus asa. Bagaimana ia bisa tabah menghadapi
semuanya?
Dan bagaimana ia mendapatkan senyumnya kembali?
Berikut penuturannya.
Saya (36 tahun) adalah ibu dari empat orang anak. Sejak
kecil suka sekali berolah raga, saya berbahagia atas keadaan tersebut. Tetapi
semua itu tiba-tiba hilang ketika mengetahui ada kelainan di tubuh saya
tepatnya 9 Agustus 1997, payudara bagian kiri membengkak diikuti pembengkakan
di lengan kiri. Keluhan lainnya, payudara mengeluarkan nanah berwarna merah
dan sakit sekali rasanya.
Tidak hanya itu penderitaan yang saya alami, selain
mengidap kanker payudara, saya juga divonis oleh dokter mengidap kista di
rahim, besarnya sebesar telur ayam yang dikelilingi daging kecil persis telur
ayam yang masih muda. Ditambah radang tenggorokan yang parah serta gangguan di
hidung seperti sinusitis selama 17 tahun.
Berbagai cara sudah ditempuh untuk mengobati sakit saya.
Setiap dua minggu sekali berangkat ke Kuching (Malaysia) untuk berobat,
obat-obat tradisional dan sinshe serta dukun sudah saya jalani. Tetapi
semuanya tidak ada hasil yang menggembirakan. Biaya di pengobatan yang begitu
mahal, harta sudah habis terjual, penyakit semakin parah, tidak bisa merawat
suami dan anak-anak yang sangat saya sayangi semakin membuat saya putus asa
untuk hidup lagi.
Di tengah keputusasaan untuk hidup, Tuhan membuka jalan
bagi saya. Sahabat saya, Ibu Cong Siauw Fun memperkenalkan Immunocal kepada
saya. Beliau bilang jangan pikirkan harganya, tetapi pikirkan kualitasnya,
Immunocal yang bisa membantu pasien kanker. Mulanya saya ragu dan tidak
percaya untuk minum Immunocal, karena obat-obatan dokter dan obat lainnya saya
tidak bisa memberikan hasil yang sempurnya.
Berkat dorongan suami, saya mengkonsumsi satu sachet
satu hari, alangkah menakjubkan baru tiga hari saya merasakan hal yang sangat
luar biasa, badan terasa segar dan tidak sempoyongan lagi. Sejak itu selama
tiga bulan berturut-turut saya mengkonsumsi 4 (empat) sachet per hari. Setelah
diperiksa lagi oleh lima dokter di Malaysia ada kelegaan di hati saya. Kanker
payudara mengecil, kistanya pun pecah keluar lewat haid berbentuk gumpalan
darah beku kecil-kecil, radang tenggorokan saya sembuh dan gangguan hidung
selama 17 tahun lenyap.

Ny. Asiana, no. 2 dari kanan berkumpul bersama keluarga dan
dapat beraktifitas kembali
Setiap hari saya selalu berdoa dan bersyukur kepada
Tuhan bahwa saya masih diberi jalan untuk hidup karena saya masih ingin
merasakan kebahagiaan seperti dulu lagi. Setelah enam bulan mengkonsumsi
Immunocal, saya kembali ke Kuching (Malaysia) untuk diperiksa lagi, alhasil
tidak terdeteksi adanya sel-sel kanker lagi. Merasa kurang percaya, dua bulan
sesudah itu saya check lagi di Kuching hasilnya sama. Alangkah
bahagianya saya dan keluarga mendengar itu semua. Sejak saat itu saya tidak
minum obat dokter lagi dan hanya minum Immunocal setiap hari.
Berat badan saya yang tinggal 37 kg saja sekarang sudah
naik 47 kg. Teman-teman saya yang sakit kanker dan pergi berobat ke Malaysia
sekarang sudah mengkonsumsi Immunocal juga. Seluruh keluarga saya juga
mengkonsumsi Immunocal. Saya percaya Tuhan telah memberikan mukjizat dengan
perantara Immunocal, kesehatan saya bisa pulih kembali dan kebahagiaan yang
sempat hilang kini sudah saya dapatkan kembali. Terima kasih Tuhan, terima
kasih Immunocal. Anda juga bisa mendapatkan
penuturan kesaksian Asiana di atas dalam bentuk VCD.
Foto-foto di atas diambil (capture) dari VCD kesaksian beliau.
NEXT

|